Minggu, 03 September 2017

Aku tidak mau dan tidak bisa seperti kalian

Bismillah
Lo punya hape terupdate gw enggak.
Lo sering nongski di cafe, gw sebulan sekali aja enggak.
Lo punya tas branded ternama, gw boro boro dah kepasar pake itu kerja itu lagi. Ga di tambal peniti pun udah alhamdulillah.
Kalian penggemar dan idola banget sama cowo yang mukanya kinclong kinclong itu, gw mah susah banget mau bedain muka mereka.
Kalian penikmat musik syahdu yang katanya bisa ngilangin stress, duhh gw mah ngeri sendiri tuh hafalan quran gw ilang, susaaaaahh cyiin kalo udah buyar ambyarrrrr kemana mana.
Kalian bisa update status apa aja "pokoknya terserah gw" ,, saya mah ngiluu sendiri kalo mau update, takut banyak yg sakit hati kalo saya salah update.
Kira kira begitu lah perbedaan saya dengan kalian. Saya terlalu kuper dan kudet untuk semua fitnah akhir jaman ini.
Terkadang di sisi lain saya sangattt merasa bersyukur tidak menjadi bagian dari jahatnya hedonisme.
"Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia."
Dan dari suatu sumber, "Hedonisme itu ringkasnya satu fahaman yang mementingkan kesukaan dan kemewahan dalam kehidupan tanpa menghiraukan larangan agama dan norma-norma."
Contoh nya yang sering terjadi pada kaum hawa.
"selfie, cekrek cekrek. Upload ahh~" padahal ia tau bahwa ada bagian tubuhnya yg menjadi aurat terumbar kemana mana. Tapi demi mendaptkan sebuah pengakuan dari manusia bahwa dia cantik lah, seksi lah. Dia mau membeberkan diri nya sendiri.
"foto makanan dan minumannya nih sebelum diminum, kan kita jarang2 kesini" sudaaaaah terlalu seriiing mendengar kata kata ini. Mungkin makanannya mahal jadi ia bangga membelinya. Dia bisa beli, yang lain mungkin ga bisa beli (pikirnya)
Yaa begitulah hedon ! Jahat, membuat standart hidup kita makin kesini makin sok tinggi, sok kaya. Padahal yang orang kaya beneran sebenernya gak gitu gitu amat. (silahkan baca lifestyle Mark Elliot Zuckerberg dan istrinya)
Saya tidak habis pikir bagi mereka yang tiap bulannya menghabiskan uang untuk hal hal sepele yang sebenarnya mereka tidak amat butuhkan. Mereka beli hanya karena lapar mata. Mereka beli hanya karena ingin di upload. Mereka beli hanya karena ingin sebuah pengakuan dari manusiaaaaaaaa...
Yaa Rabbbiiiiy tsabbit qolbiy 'alaa diinik :'(
Fitnah dajjal dan para pendukungnya semakin jelas, mereka tau siapa sasarannya, yaitu para wanita yang berhati lemah, berpikiran dangkal, dan beragama transparant.
Aku tidak mau seperti wanita kebanyakan pada umumnya Ya Allah. Tetapkanlah aku menjadi wanita yang Engkau ridhai. Wanita yang selalu jaga iffah dan izzahnya. Wanita yang tau bahwa rumah dan rasa malunya lah itu sebuah perhiasaan baginya. Wanita yang selalu mendahulukan agamanya dari semua aspek walaupun aku tau bakal ada orang orang dengki yang bilang sok alim.
Aku sangaaat bersyukur Ya Allah tidak bisa seperti para hedonism yang selalu mementingkan gengsi ketimbang fungsi. Aku tidak bisa membelanjakan harta ku begitu saja hanya untuk sebuah pengakuan yang sebenarnya itu tidak ada manfaatnya ketika ku dilubang kubur nanti. Aku tidak bisa seperti kalian yang selalu terlihat fresh karena kosmetik dan perawatan kalian karena aku tau kecantikan ku hanya untuk satu raja di istana ku.
Pahamilah. Aku tidak mau dan tidak bisa seperti kalian.
Aku hanya mau dan bisa seperti apa yang Tuhan ku perintah.
Mari kita semua perbaiki diri, demi sebuah tujuan yang pasti, yang surga yang abadi.