Senin, 09 Agustus 2021

Berkepala Amigdala

  

    Ketika mendengar kata amigdala maka yang terlintas di pikiran ialah ilmu yang dibagikan oleh Ayah Edy melalui buku parentingnya yang berjudul "Mendidik Anak Tanpa Teriakan & Bentakan" di halaman 101. Jujur saja buku itu baru aku selesaikan dua bulan lalu dan tentu penuh dengan coretan yang tujuannya adalah agar ilmunya dapat teringat dengan baik dan diamalkan, ya begitu kira-kira.

    Beliau menjelaskan bahwa otak manusia ini terbagi menjadi 3 bagian penting yaitu:
  • Neokorteks
    Ia terletak di bagian paling depan dan mencakup 80 persen dari keseluruhan volume otak. Neokorteks berfungsi untuk berpikir tingkat tinggi makanya berkat ini manusia bisa menganalisis, mempertimbangkan, mengambil keputusan dan memikirkan masa depan. Neokorteks ialah pusat dari kesadaran diri. Karena itu, ia disebut juga the higher brain.

  • Otak Reptil (batang otak)
    Ini adalah bagian otak yang paling purba. Dari letaknya pun ia berada di bagian belakang. Dinamai otak reptil karena ini adalah mempertahankan kelangsungan hidup, antara lain menstimulasi fight or flight, hasrat seksual dan bertanggung jawab atas emosi seperti marah, takut dan cemburu. Karena ia mengatur insting-insting purba maka ia disebut juga sebagai the lower brain, kebalikan dari neokorteks.

  • Otak Mamalia (sistem limbik)
    Sementara itu, otak mamalia mengatur emosi, motivasi, dan memori jangka pedek. Di dalam limbik inilah terdapat amigdala, ya bentuknya memang seperti almond yang ada di tengah otak. Yakni kumpulan saraf yang berperan menentukan apakah suatu hal baik atau buruk, bahaya atau aman, berguna atau tidak. Nah makanya rasa negatif yang muncul dari otak reptil dimediasi oleh otak mamalia dan kemudian diputuskan oleh neokorteks.
    

    Ketiga bagian otak ini tentu saling berkaitan. Kerja otak reptil seringkali emang enggak disadari oleh manusia. Karena terlalu sering digunakan, si otak reptil ini menjadikan manusia tidak beda jauh dengan binatang yang hanya bertahan hidup dengan makan, tidur dan menyerang. Sayang sekali padahal manusia diberikan sama Allah neokorteks, yang bisa mikir tingkat tinggi, padahal udah enggak ada lagi yang bisa begini kecuali manusia. Tumbuhan, binatang, awan, jin mana punya kemampuan berpikir tingkat tinggi.

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيم
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya".  QS. At-Tin ayat 4

    Untuk lebih bersyukur lagi dengan apa yang sudah Allah berikan coba mulai ulik lagi ilmu neuro ini dengan mendengarkan penjelasan dari dr. Aisah Dahlan, CHt, CM, NNLP (dari gelarnya kita bisa lihat bahwa beliau dokter yang bersertifikat banyak keahlian salah satunya ialah ilmu neuro linguistic) Di platformnya, beliau sering membagikan ilmu cara kerja otak, bagaimana harus bersikap dan mengambil jeda, dan hati-hati dalam berkata. Dan beliau juga ingatkan kita bagaimana powerfulnya dzikir dan juga Al Quran untuk setiap saraf dalam tubuh kita.

    Nah, jadi inget ada satu lagi  sumber yang baru aja akhir-akhir ini aku suka dengarnya yaitu dokter dari Florida. Beliau adalah dr. Yasir Al Qadhi. Beliau terkenal dengan risetnya yang membuktikan bahwa Al Quran dapat meningkatkan kecerdasan jika dibaca  setelah subuh dan maghrib. Ya memang bagi kita yang beriman kadang riset itu tidak terlalu penting karena sudah beriman insya Allah dengan segala yang Allah dan Rasul-Nya ajarkan.

    Tapi Maha Besar Allah yang sudah mengizinkan membuka hikmah dibalik pengajaran-Nya kepada kita melalui para dokter-dokter untuk melakukan riset agar bisa menjadi pelajaran dan petunjuk bagi yang belum beriman, ya atau mungkin masih ragu dengan apa yang terkandung di dalam Al Quran.

     Beliau dr Yasir Al Qadhi memberitahukan bahwa membaca Al Quranlah yang dapat mencerdaskan otak karena tubuh kita aktif dengan 3 hal, yaitu penglihatan, ucapan dan pendengaran. Inilah sebenarnya makanan untuk triliunan sel yang ada di tubuh kita mulai dari otak sampai ke kaki. Beliau juga menyebutkan bahwa bukanlah musik klasik atau hal lainnya yang dapat mencerdaskan otak anak sedari dalam kandungan tapi Al Quran, karena itulah makanan yang dibutuhkan otak selain makanan zahir. Allahu Akbar!

    Lalu, bagian otak mana yang akan paling sering kita gunakan? Kita sudah tau manfaat dan riset Al Quran terhadap otak, kita pun sudah tau kinerja otak itu sering kali memakai otak reptil. Padahal tombol switchnya itu terletak pada otak mamalia si amigdala itu yang memang sesuai letaknya ia berada ditengah. Maka fungsinya juga untuk mengambil alih antara the higher brain dan the lower brain.

    Jadi bismillah ya untuk mulai membiasakan diri mengontrol si otak reptil dengan amigdala. Karena tindakan yang bijaksana adalah buah dari pemikiran yang matang dan hati-hati, bukan dari tindakan reaktif dan emosional. Jangan lupa juga rutin beri asupan otak sesuai dengan fitrahnya ya. Yaitu kembali kepada mengingat Allah. Karena setiap inci di tubuh kita adalah milik Allah dan wajib bagi kita untuk mengarahkan selalu ingat pada siapa yang menciptakannya.
wallahu a'lam bishshawab