Yang mampu bertakwa dalam dalam keadaan sendiri. Menunaikan ibadah di dalam Mihrabnya tanpa terusik apa yang akan Rabb-nya rizkikan di hari itu. Karena Allah sayang padanya maka Allah cukupkan kebutuhannya kepada siapa yang Ia kehendaki. Beda halnya dengan wanita akhir zaman yang selalu ingin merasa menjadi wanita karir agar tercukupi egonya, padahal jika ia punya emas 2 lembah pun ia akan ingin yang ketiga.
Yang mampu menjaga pandangan dan hatinya dari sosok laki-laki mana pun. Bahkan ketika Jibril menjelma menjadi sosok lak-laki muda tampan nan ideal pun ia bisa mengendalikan perasaannya. Bahkan ia berdoa "أعوذ بالرحمن". Beda halnya dengan wanita akhir zaman yang selalu ingin memuaskan pandangannya dengan menonton drama demi melihat aktor idamannya tak peduli sang suami ada di sampingnya atau tidak.
Yang Allah pilih menjadi salah satu wali Allah walaupun ia perempuan. Kenapa? Karena ia sangat salihah. Saking salihahnya Allah tiupkan ruh janin di dalam perutnya, tanpa pernah sekalipun ia terjamah dengan laki-laki mana pun. Beda halnya dengan bayi-bayi sekarang yang ada di jalan, yang tanpa tau siapa orang tuanya.
Yang mampu menjaga pandangan dan hatinya dari sosok laki-laki mana pun. Bahkan ketika Jibril menjelma menjadi sosok lak-laki muda tampan nan ideal pun ia bisa mengendalikan perasaannya. Bahkan ia berdoa "أعوذ بالرحمن". Beda halnya dengan wanita akhir zaman yang selalu ingin memuaskan pandangannya dengan menonton drama demi melihat aktor idamannya tak peduli sang suami ada di sampingnya atau tidak.
Yang Allah pilih menjadi salah satu wali Allah walaupun ia perempuan. Kenapa? Karena ia sangat salihah. Saking salihahnya Allah tiupkan ruh janin di dalam perutnya, tanpa pernah sekalipun ia terjamah dengan laki-laki mana pun. Beda halnya dengan bayi-bayi sekarang yang ada di jalan, yang tanpa tau siapa orang tuanya.
Ialah Sayyidah Maryam. Namanya, nama ayahnya dan keluarganya Allah spesialkan dengan mencantumkannya di Al Quran. Yang bearti tidak akan ada kisah yang serupa di zaman sebelumnya dan sesudahnya. Dicantumkan agar kita paham bahwa wanita salihah ialah yang menjaga dirinya.
Ialah Sayyidah Maryam, yang telah mendedikasikan cinta pertamanya hanya untuk Sang Pencipta. Yang sudah tertanam di dirinya keimanan agung tanpa ia pernah kecewa dengan apa yang sudah Rabb nya putuskan untuknya. Ia yang hanya mencoba taat pada setiap keadaan baik dan buruknya, bahkan keadaan buruknya itu hanya akan terlihat dengan kaca mata awam kita. Lihatlah ketika Sayyidah Maryam hamil besar lalu ia menyendiri di sebuah gubuk, apakah ia berkeluh kesah ketika Allah masih menyuruhnya untuk bernazar dan tidak berbicara dengan seorang pun sampai ia melahirkan?
Wallahi ini adalah kisah sempurna untuk wanita akhir zaman. Di mana sekarang banyak yang hancur dengan cinta pertama, cinta kedua, ketiga dan seterusnya. Wanita yang hilang rasa malunya, wanita yang hilang identitas dirinya hanya untuk terlihat cantik dibanding yang lain, yang ingin di notice keberadaannya.
Semoga Allah mampukan kita untuk menjadi wanita akhir zaman yang salihah, insya Allah sebagai balasannya kita akan lebih cantik dibanding bidadari surga, dan kita akan menjadi pemimpin bidadari surga karena beratnya cobaan kita di dunia seperti menggenggam bara api dan kita mampu untuk melaluinya. aamiin
