Bismillah.
Saya sempatkan menulis ini setelah rutinitas shubuh. Anak masih bobo ganteng dan suami masih bisa ditinggal sebentar.
Aliran rasa. Kata kata ini sangat lekat tentunya dengan wanita. Kasih sayang, emosi, cinta, lemah lembut, perhatian, amarah, kecewa itu sangat sering kita rasakan dan sebenarnya harus kita luapkan. Dengan cara apa? Yaaa curhaaat~ haha biasanya mungkin kita mengalirkan rasa lewat ucapan langsung. Tapi sekarang kita alirkan rasa lewat tulisan, ketikkan.
Saya sempatkan menulis ini setelah rutinitas shubuh. Anak masih bobo ganteng dan suami masih bisa ditinggal sebentar.
Aliran rasa. Kata kata ini sangat lekat tentunya dengan wanita. Kasih sayang, emosi, cinta, lemah lembut, perhatian, amarah, kecewa itu sangat sering kita rasakan dan sebenarnya harus kita luapkan. Dengan cara apa? Yaaa curhaaat~ haha biasanya mungkin kita mengalirkan rasa lewat ucapan langsung. Tapi sekarang kita alirkan rasa lewat tulisan, ketikkan.
Pada tulisan sebelumnya, saya sempat mengutarakan "kekecewaan" saya pada diri sendiri tentunya, dan orang lain. Perihal apa? Perihal title, sarjana.
Dulu, sebelum nikah kalau ada yang tanya sama saya "kapan nikah?" saya masih bisa handle. Setelah nikah "kapan punya anak?" alhamdulillah masih bisa handle juga kok. Tapi kenapa ketika ditanya "lulusan mana? Kuliah dimana?" kalau lagi bener saya senyumin aja, kalau lagi gak bener ya saya tinggal~ :D
Pertanyaan paling sensi buat saya sampai detik ini, adalah itu! Hmm, ntah ya... Saya sudah berusaha menabung, untuk masuk kuliah, karena saya tau tidak bisa mengandalkan keluarga apalagi orang tua, apalagi kakak (yaa kan gak punya, ku anak satu-satunya) haha. qoddarullah dari dulu selalu ada saja yang membuat tidak jadi masuk. Ku akui ekonomi ku masih level perjuangan. Hamasah!
Dulu, sebelum nikah kalau ada yang tanya sama saya "kapan nikah?" saya masih bisa handle. Setelah nikah "kapan punya anak?" alhamdulillah masih bisa handle juga kok. Tapi kenapa ketika ditanya "lulusan mana? Kuliah dimana?" kalau lagi bener saya senyumin aja, kalau lagi gak bener ya saya tinggal~ :D
Pertanyaan paling sensi buat saya sampai detik ini, adalah itu! Hmm, ntah ya... Saya sudah berusaha menabung, untuk masuk kuliah, karena saya tau tidak bisa mengandalkan keluarga apalagi orang tua, apalagi kakak (yaa kan gak punya, ku anak satu-satunya) haha. qoddarullah dari dulu selalu ada saja yang membuat tidak jadi masuk. Ku akui ekonomi ku masih level perjuangan. Hamasah!
Apakah perjuangan menuntut ilmu harus lewat kuliah saja? Tentu tidak! Contohnya sekarang, saya sudah masuk ke Institut Ibu Profesional batch 7. Seperti namanya, saya akan ditempa menjadi ibu yang profesional, ibu cekatan, ibu yang bisa mengurus dirinya, suaminya, dan anaknya. Walaupun masih lewat online, materi yang diberikan sangaaaaaat bermutu *mau nangis rasanya kalau ketinggalan materi, hiks
Dengan kegiatan saya sebagai ibu pekerja diluar, dan tidak bisa disambi dengan pegang gadget kecuali jam 1 siang sampe ashar. Dan saya baru bisa pegang gadget lagi jam 9 malam. Tentunya sangat bentrok dengan jam materi di IIP Jak 1. Tapi alhamdulillah saya masih bisa mengikuti dengan baik, walaupun terlihat sebagai silent reader dan tidak begitu aktif menjadi moderator atau koordinator, wakil ketua kelas, apalagi jadi ketua kelasnya :D
Untuk sekarang saya masih memprioritaskan mengikuti materi saja dan mengerjakan tugas dengan benar dan tepat waktu. *mohon maap ini yaa teh Efi kalo aku jarang sekali muncul di daratan online.
Saya pun masih menyesuaikan juga dengan istilah-istilah yang ada di IIP. Seperti NHW, gfoS, sg dll. Yang penting kalau saya gak paham saya siap-siap manjat chattingan group karena pasti sudah dibahas dan saya gak baca. Saya anti sekali menanyakan kembali jika sudah dijelaskan kecuali memang belum ditanyakan atau dijelaskan, huhu.
Untuk yang mau bergabung dengan IIP di batch selanjutnya, bisa langsung baca-baca dulu ya di web-nya. Nih disini
Dengan kegiatan saya sebagai ibu pekerja diluar, dan tidak bisa disambi dengan pegang gadget kecuali jam 1 siang sampe ashar. Dan saya baru bisa pegang gadget lagi jam 9 malam. Tentunya sangat bentrok dengan jam materi di IIP Jak 1. Tapi alhamdulillah saya masih bisa mengikuti dengan baik, walaupun terlihat sebagai silent reader dan tidak begitu aktif menjadi moderator atau koordinator, wakil ketua kelas, apalagi jadi ketua kelasnya :D
Untuk sekarang saya masih memprioritaskan mengikuti materi saja dan mengerjakan tugas dengan benar dan tepat waktu. *mohon maap ini yaa teh Efi kalo aku jarang sekali muncul di daratan online.
Saya pun masih menyesuaikan juga dengan istilah-istilah yang ada di IIP. Seperti NHW, gfoS, sg dll. Yang penting kalau saya gak paham saya siap-siap manjat chattingan group karena pasti sudah dibahas dan saya gak baca. Saya anti sekali menanyakan kembali jika sudah dijelaskan kecuali memang belum ditanyakan atau dijelaskan, huhu.
Untuk yang mau bergabung dengan IIP di batch selanjutnya, bisa langsung baca-baca dulu ya di web-nya. Nih disini
Alhamdulillah, alhamdulillah.
Allah masih kasih kesempatan ke saya untuk bisa belajar dan terus belajar. Walaupun tidak bertitle, akan kupastikan ilmu ku sangat bermanfaat untuk pribadi dan keluarga tentunya. Karena sekarang banyak sekali short course offline dan online untuk yang waktunya mepet kek saia
Semangat berkarya!
Semangat belajar!
Semangat bermanfaat!
Allah masih kasih kesempatan ke saya untuk bisa belajar dan terus belajar. Walaupun tidak bertitle, akan kupastikan ilmu ku sangat bermanfaat untuk pribadi dan keluarga tentunya. Karena sekarang banyak sekali short course offline dan online untuk yang waktunya mepet kek saia
Semangat berkarya!
Semangat belajar!
Semangat bermanfaat!