Judulnya ku buat sedemikian gampilnya karena sungguh ini sudah hampir batas waktu pengumpulan 30#DWC. HAHAHAHA oke let's talk about it. Pencapaian biasanya identik dengan harta, pekerjaan, kedudukan, jabatan dan tak jarang juga berwujud keluarga (iya, maksudnya orang yang sudah nikah dijadikan patokan kalau dia udah berhasil mencapai keluarga idaman) dan mirisnya banyak orang yang insecure dengan sesuatu yang sudah dia miliki hari ini. Padahal dia bisa ibadah, belajar dan makan hari ini aja adalah sesuatu hal yang amat luar biasa banget loh. Masya Allah
Ngomong- ngomong tentang insecure, aku udah bahas ini di Podcast kemarin, coba deh klik icon Spotify sebelah kanan bawah, hehe. Insecure karena tidak bisa/tidak punya sesuatu yang dimiliki orang lain adalah insecure yang kalau boleh aku bilang ya tidak bijak dan tidak bajik. Karena kita memperlihatkan betapa kita mendeklarasikan sama Allah kalau kita itu tidak bersyukur, kita kufur. Dan jangan kaget emang Allah udah bilang kok kalau manusia itu "qolilamma tasykurun" artinya sedikit sekali yang bersyukur. Ia selalu membandingkan apa-apa nikmat yang udah Allah berikan, yang udah Allah takar sedemikian rupa. Allah tuh enggak akan mungkin iseng bikin kamu di posisi sekarang. Allah yang ciptain kita, jadi Dia udah pasti lebih paham onderdil seperti apa yang kita butuhkan.
Dan anehnya insecure jaman sekarang adalah insecure level 1, insecure dengan sesuatu yang sebenarnya bisa diusahakan. Misal berat badan mau dinaikkin atau diturunin ya dia harus makan yang sesuai dengan takaran, atau kerjaan yang bagus, yang sebenernya bisa diusahkan tapi dia milih rebahan. How it works? Aneh kan ya, ngapain merasa terasing dan insecure gitu, harusnya usahakan aja dulu, masalah nanti kapan berhasilnya ya itu bukan urusan kita. Manusia hanya sampai batas doa dan ikhtiar, menentukan hasil adalah urusan Allah. Lagian manusia sering nambah-nambah kerjaan sendiri sih ya. Yang bukan tugasnya malah ikut dipikirin👀
Tapi ada lagi insecure level 2. Yaitu dia insecure dengan sesuatu yang tidak bisa dia ubah. Contoh dia ditakdirkan terlahir dari keluarga yang tidak lengkap, misal orang tuanya meninggal atau dia insecure dengan keadaan yang kurang sempurna (maaf) cacat dan yang semisalnya. Lalu dia merasa Allah tidak adil dan dia kesusahan sampai akhirnya menyalahkan kehidupan ini. Astaghfirullah, padahal Allah loh yang udah kasih kamu template kayak gitu, mau kamu jejumpalitan ubah ya enggak akan bisa. Kalau kata ustadz Syafiq, "enggak usah capek-capek ubah sesuatu yang kamu enggak bisa ubah, kamu fokus saja pada apa yang akan datang dan mempersiapkannya"
Jadi, kesimpulannya adalah Allah udah membentuk kamu dengan rancangan template kehidupan dan takdir sedemikian rupa. Tugas kita adalah bukan ubah kerangka templatenya, tapi isilah kerangka itu sebaik mungkin dengan taat sama Allah dan hiaslah dengan sabar
Dan anehnya insecure jaman sekarang adalah insecure level 1, insecure dengan sesuatu yang sebenarnya bisa diusahakan. Misal berat badan mau dinaikkin atau diturunin ya dia harus makan yang sesuai dengan takaran, atau kerjaan yang bagus, yang sebenernya bisa diusahkan tapi dia milih rebahan. How it works? Aneh kan ya, ngapain merasa terasing dan insecure gitu, harusnya usahakan aja dulu, masalah nanti kapan berhasilnya ya itu bukan urusan kita. Manusia hanya sampai batas doa dan ikhtiar, menentukan hasil adalah urusan Allah. Lagian manusia sering nambah-nambah kerjaan sendiri sih ya. Yang bukan tugasnya malah ikut dipikirin👀
Tapi ada lagi insecure level 2. Yaitu dia insecure dengan sesuatu yang tidak bisa dia ubah. Contoh dia ditakdirkan terlahir dari keluarga yang tidak lengkap, misal orang tuanya meninggal atau dia insecure dengan keadaan yang kurang sempurna (maaf) cacat dan yang semisalnya. Lalu dia merasa Allah tidak adil dan dia kesusahan sampai akhirnya menyalahkan kehidupan ini. Astaghfirullah, padahal Allah loh yang udah kasih kamu template kayak gitu, mau kamu jejumpalitan ubah ya enggak akan bisa. Kalau kata ustadz Syafiq, "enggak usah capek-capek ubah sesuatu yang kamu enggak bisa ubah, kamu fokus saja pada apa yang akan datang dan mempersiapkannya"
Jadi, kesimpulannya adalah Allah udah membentuk kamu dengan rancangan template kehidupan dan takdir sedemikian rupa. Tugas kita adalah bukan ubah kerangka templatenya, tapi isilah kerangka itu sebaik mungkin dengan taat sama Allah dan hiaslah dengan sabar
فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا
"fashbir shabran jamiila"
(Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik)
Tanpa mengeluh kepada Allah.
