Tadi siang berselancar di Pinterest cari-cari template daily planner untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Tujuannya mau produktif bukan cuma sekedar sok aktif/sok sibuk. Sudah diprint, sudah di tulis-tulis eh malah enggak sreg, akhirnya nyari media lain untuk bikin daily planner. Lihat tumpukkan buku dan ketemu buku raker tahun lalu dari tempat kerja. Karena masih kosong dan kayaknya okelah buat nulis harian. Pas buka-buka ternyata ada selentingan tulisan dari ceramahnya Ustadz Abu Izzi hafizahullah. Kira-kira begini tulisannya...
Manusia yang paling besar menghadapi masalah adalah para penuntut ilmu. Kita sebagai penuntut ilmu seharusnya sadar bahwa amanat ini sangat besar, yaitu menjadi wasilah hidayah kepada semua orang.
Jangan hanya serba semangat tapi ternyata kaidahnya belum dapat
Jadi kalau mau di break down tuh kayaknya zaman sekarang serba instan maunya saling viral dan merasa harus di notice bahwa dialah yang bisa spread positivity dan udah punya ilmu yang mumpuni sehingga berkewajiban untuk "menasehati".
Sejujurnya aku punya 2 pandangan tentang ini. Satu sisi setuju-setuju aja kalau masing-masing kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Karena ya kan memang sebaik-baik manusia itu adalah yang paling bermafaat untuk orang lain. But in another view, aku ngerasa sekarang too much information, dan bukan cuma itu aja sekarang banyak yang "prematur" atau bahkan memang bukan bidangnya tapi malah dia yang koar-koar masalah tersebut.
Semakin kesini anak muda itu makin buat hati kita miris, mereka yang seharusnya melatih diri mereka untuk bersosialisasi, menciptakan pergerakan yang dinamis, tapi qoddarullah dengan keterbatasan sekarang malah mereka hanya aktif di medsos aja. Jadi kok ya makin banyak fitnah syahwat dan syubhat nih~💔
Padahal banyak loh kisah inspiratif sejak muda itu sudah bisa berkarya menaklukan ini itu. Ya contoh
- Sa’d bin Abi Waqqash (17 tahun). Yang pertama kali melontarkan anak panah di jalan Allah.
- Zubair bin Awwam (15 tahun). Yang pertama kali menghunuskan pedang di jalan Allah.
- Atab bin Usaid (18 tahun). Diangkat oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai gubernur Makkah.
- Muhammad Al Fatih (22 tahun). Menaklukkan Konstantinopel ibu kota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa.
