فهمنا الآية
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
As Sajdah : 16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.
ini adalah favorite finding ku di surat ini.
Kata تَتَجَافَىٰ dari kata جَفُوا, yang berarti tidak beristirahat di satu tempat. Kata tajaafaa itu artinya kamu berganti posisi karena gak suka, cemas, khawatir akan yang akan datang
Ada 3 poin besar yang aku ambil dari ayat ini yaa...
Dari ayat diatas sangatlah kontradiktif dengan keadaan sekarang. Dimana banyak sekali kaum mageran/rebahan. Mereka bisa aja seharian di dalam kamarnya hanya untuk konten yang tidak bermanfaat atau mungkin hanya untuk scrolling sosmed. Justru mereka dengan sengaja "menempelkan lambungnya ke tempat tidur". Padahal para sahabat sudah mencontohkan bagaimana the high standart of imaan. Karena mereka yakin., sudah disinggung juga di ayat sebelumnya, tentang orang-orang yang yakin tapi dalam keadaan yang sudah tidak berguna yakinnya itu.
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُوا۟ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
As Sajdah : 12. Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”.
Na'udzbillah, semoga kita enggak termasuk orang-orang yakin yang seperti ayat di atas. Karena kata مُوقِنُونَ berasal dari kata يَقِن /إِيْقَان yang artinya mempercayai dengan keyakinan mata. Dan semoga harapan kita semua adalah kita bisa menjadi orang-orang yakin LAWAN dari ayat di atas yaitu di surat sebelumnya ada penjelasan kalau orang-orang beriman itu percaya akhirat dengan yakin
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
Lukman : 4. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
Kita sebagai muslim itu jangan mageran. Jangan mau jadi kaum rebahan. Kita harus semangat dengan segala hamparan kebaikan yang sudah Allah beri arahannya dari pagi sampai malam. Kita harus produktif, bahkan seperti yang sudah diingatkan mulai dari kurangi ghibah, hasad, dan membiasakan untuk doa-doa harian. Bahkan dalam haditspun kita di suruh untuk menanam pohon walaupun besok kiamat. Artinya jangan putus asa, ayo semangat berusaha
إن قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
"Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas (biji kurma), maka ia bisa sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah." HR Bukhari & Ahmad
Sudah rahasia umum bahwa para sahabat itu sudah sampai di high level standard of imaan. Karena mereka beribadah di saat Allah memperbolehkannya untuk tidur. Kan Allah sudah bilang malam untuk istirahatmu dan siang untuk mencari karunia Allah di bumi. Beda dengan kebanyakan orang sekarang yang terlalu banyak chill sampe-sampe azan pun gak denger padahal Allah yang panggil. Udah pasti ini the lower standard of imaan. Na'udzubillah.
وَمِن رَّحْمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Al-Qashash : 73 Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.
Alhamdulillah ya Allah berikan kesempatan kepada kita untuk bisa meraup pahala sebanyak mungkin. Yuk kita mulai mempersiapkan diri jadi the high level standard of imaan.. aamiin