Sabtu, 14 Agustus 2021

Pedang Para Pejuang


    Ada Khalid bin Walid yang terkenal dengan julukan saifullah (pedang Allah) karena kemampuannya dalam menggunakan pedang di medan perang. Sampai-sampai ia selalu menjadi panglima tertinggi ketika perang karena kemampuannya dan orang-orang percaya bahwa ialah yang bisa mengatur srategi perang dengan baik. Tapi akhirnya ia pun pernah turun jabatan, dikarenakan Umar takut orang-orang bergeser dengan tauhidnya. Maksudnya terlalu percaya pada kehebatan Khalid dan tidak lagi menitik beratkan pada tauhid kepada Allah.

Tapi sayangnya, kegigihan Khalid di medan perang tidak menjadikannya mati di medan perang, ia wafat di atas tempat tidurnya. Allahuu yarham

    Lalu ada Abu Mu'awiyyah Al Aswad yang dikenal buta sejak lahir tapi dengan karomah dari Allah ia mampu melihat ketika ia membaca Al Quran, dan ia juga dikenal dengan ketepatannya dalam melemparkan pedang. Suatu ketika Abu Mu'awiyyah ikut di perang bersama Rasulullah, lalu ada penyusup yang masuk ke dalam benteng kaum muslimin. Lalu para sahabat yang lain pun minta tolong kepada Abu Mu'awiyyah untuk melemparkan pedang kepadanya, lalu atas izin Allah tepat pada sasaran.

    Kalau di atas kisah heroik para pejuang islam dengan pedangnya. Dan yang ketiga ini saya jadi ingat kisah tentang sahabat yang mati di medan perang karena pedang. Yaitu kisah dari Mush'ab bin Umair. Tak kalah dengan kisah di atas. Karena beliau terkenal sebagai pemuda yang tampan, memesona, kaya raya. Namun setelah masuk islam, ia mendedikasikan seluruhnya untuk agama. Bahkan ketika ia berada di medan perang sekalipun, lengannya di tebas karena mengibarkan panji islam, lalu ia pindahkan bendera ke sebelah tangannya, lalu di tebas lagi, sampai akhirnya ia tetap berusaha untuk bisa mengibarkan benderanya dengan sisa lengannya. Lalu akhirnya oleh musuh pun di tusuk bagian dadanya. Dan mati syahidlah ia di medan perang tersebut.


Laa haula wa laa quwwata illa billah


    Siapa kita di antara para pejuang? Di mana posisi kita ketika harus berusaha untuk menggaungkan nama Allah? Sungguh sangatlah jauh keadaan kita dengan mereka. Kita hanya mementingkan gadget ter-update tanpa mau berusaha memiliki iman ter-update setiap harinya. Astaghfirullah wa atubu ilaih