Minggu, 22 Agustus 2021

Aurat yang Terlihat

When Zhafran said:

" UMMI AURATNYA KELIATAN, TUTUP YA. MALU....."

 masya Allah tabarokallah anak shalih ummi, anak pintar, anak hebat. Ummi enggak nyangka kamu akan ngomong gini. Kamu yang keliatannya cuek aja ternyata yaa~ kamu sweet banget. Barokallahu fiik Zhaf❤

Lagi-lagi aku harus begadang malam ini mengerjakan beberapa deadline yang tertunda karena pekan lalu Zhaf baru aja khitan. Alhamdulillah. Pelan-pelan nyicil bahan editing dan berkas untuk KBM. Belum juga rampung semua,  padahal mulai dikerjakan dari jam 1 pagi sampai jam 6, yaa tapi setidaknya ada hal yang dikerjakan ya. Proses.

Dan seperti biasa Zhaf pun bangun pagi dengan jalannya yang masih ngangkang karena masih  pemulihan. Dia bangun dan ngeliat aku seperti biasa (pakai pakaian rumah) tapi bedanya kali ini dia langsung nyeplos bilang "ummi auratnya keliatan, tutup ya malu..." sambil dia benerin baju aku yang kesingkap karena udah capek jadi duduknya udah mulai leyeh-leyeh.

Denger dia ngomong gitu rasanya 'nyessss' banget. Bukan marah. Bukan kecewa. Tapi lebih ke takjub. Ternyata selama ini yang aku tanamkan  dari dia umur 3 tahun mulai memunculkan akarnya dan tumbuh. Padahal kalau mau di balikin ke hukum asalnya ya sebenarnya dia masih boleh lihat karena kan aku pegang hukum fikih yang "Seorang mahram hanya boleh melihat anggota tubuh wanita yang biasa nampak, seperti anggota-anggota tubuh yang terkena air wudhu"

Yang katanya islam terlalu kaku untuk membicarakan 'sex education' ternyata malah sudah lebih dulu mengajarkan ini. Bismillah aku coba breakdown ya, apa saja yang aku terapkan ke Zhafran sampai sekarang.

  • Mengenalkan batasan aurat

    Ajarkan anak batasan aurat laki-laki dan perempuan. Aurat laki-laki adalah dari pusar hingga ke lutut dan aurat wanita adalah semuanya kecuali wajah dan telapak tangan. Ulang terus ini dan tanyakan balik ke anak, agar tau sejauh mana pemahamannya. Kalau anak sudah mulai curios nanti akan bertanya balik "kenapa kok umi gak pakai jilbab? kan rambut aurat?" nah baru selipkan tentang apa itu mahram.

    Ajarkan untuk melindungi bagian-bagian sensitifnya yang tidak boleh di pegang dan disentuh orang lain kecuali orang tuanya.

  • Tidak lagi mandi bersama anak

    Mungkin ini udah aku lakuin dari sekitar Zhaf umur setahun lebih (seinget aku). Tidak mandi bareng lagi karena mau membiasakan dia untuk enggak lihat aurat wanita, dan aurat laki-laki juga. Jadi sebisa mungkin untuk menjaga fitrahnya, yaitu malu ketika melihat aurat orang lain.

    Dan ketika dalam keadaan tertentu, misal abis berenang dan kita gak bisa titipin anak ke yang lain. Dan terpaksa harus mandi berdua, maka coba usahakan untuk tutupi bagian-bagian yang vital dan kalau anaknya sudah mulai paham coba untuk ajak koordinasi dia tutup mata atau balik badan selagi kita menyelesaikan hajat kita.

  • Tidak memakai baju di depan anak

    Sama dengan sebelumnya harus konsisten banget kalau yang satu ini karena emang kita sering di kamar dan rumah pun kecil jadi ruang lingkupnya gak terlalu bebas. Jadi aku ini juga selalu sounding "Zhaf, umi mau pake baju dulu ya, umi malu. Jadi Zhafran jangan ke kamar dulu..." Atau kalau emang ini anak gak mau keluar, ya bearti kita pakai bajunya di kamar mandi.

  • Mengajarkan kebersihan diri

    Kebersihan diri sudah lumrah pasti dimulai dari belajar wudhu ya, membiasakan gerakan wudhu, pasti bocah awal-awal mah asal aja nih wudhunya, asal basah. Tapi jangan dibiarin yaa.... Khawatir anak akan menangkap itu hal yang boleh-boleh aja. Tetep kita kasih tau wudhu yang bener.

    Lanjut ke istinja (cebok). Ini berjalan  bersamaan dengan toilet training sebenernya. Aku gak pernah targetin anak bisa toilet training di umur berapa. Selagi kita membiasakan dia dan ngajarin gimana seharusnya. Nanti akan ada saatnya dia terbiasa dan dia akan ngomong "sini aku sendiri aja mi, aku bisa". oke ini saatnya kasih kepercayaan ke dia kalau dia bisa untuk mandiri. Walau sebenernya ya masih belepetan.

  • Khitan

    Dan ketika memang udah waktunya bisa di segerakan untuk di khitan, salahnya aku adalah enggak khitan dia dari bayi. Jadi kemarin dia khitan ini bukan karena kemauan dia tapi karena aku pribadi yang mau dia sudah di khitan. Enggak mesti nunggu si anak mau dan siap. Kalau kita sudah tau manfaatnya jadi ahsan gak usah di undur lagi.

    Beri pengertian khitan jauh-jauh hari bisa dari setahun sebelumnya atau bahkan lebih. Dan pasti karena tontonan dia akan takut sama khitan. Akan ngayal yang aneh-aneh. Yang bikin anak ini gak mau khitan. But it's ok, takes time. Insyaa Allah, Allah akan kasih dia pemahaman.

  • Keep sounding

    Dari kelima point di atas tidak akan berjalan kalau tidak di ulang, tidak sering diucapkan. Insyaa Allah dengan kita sering mengucapkan, di dalam diri anak akan ada value yang "kebawa dari omongan orang tuanya" mungkin di awal akan terpaksa. Di awal akan muncul perasaan kalau ini mah hanya keinginan orang tua aja. Tapi sebenarnya nanti anak akan paham bahwa apa yang kita ajarkan ini adalah bukan cuma sekedar value keluarga tapi value umat islam itu sendiri yang selalu menjaga kebersihan seluruh badan tanpa kecuali.

Ya biidznillah, semua ada naik turunnya ketika menanamkan adab ini ke anak. Ya pelajaran apa pun itu butuh waktu dan ilmu. Dan alhamdulillah Allah bantu aku untuk tanamkan fitrah anak. Mungkin sekarang yang terlihat akarnya adalah dari segi sex education, mungkin besok Allah akan tumbuh kan lagi akar di diri Zhafran untuk anger managament, polite, brave, lebih confident dll... insya Allah, soon

Sekarang waktunya aku untuk terus tanam dulu, bukan tugas aku yang akan menumbuhkan atau menyuburkan tanaman ini. Tugas aku adalah pilih bibit terbaik yang akan aku tanam di diri anak ini. Selebihnya aku cuma bisa doa dan serahin ke Allah, karena siapalah aku yang bisa control dia sepenuhnya, toh kalau memang ini semua berhasil dan worth it, hasilnya pun akan kembali lagi ke ummat. Ke agama ini, ke generasi selanjutnya. Karena dia laki-laki, jadi jelas tujuannya ya untuk mimpin generasi.

Zhaf, u r the pretty sweet things ever that i never had before❤