Mari berjurnal lagi, menulis mengalir seperti apa yang sering orang-orang bilang ketika selesai membaca beberapa blog atau tulisan aku. Aku benar-benar merasa kalau menulis dan membaca menjadi sebuah healer tersendiri buat aku. Tentu yaa yang paling utama kita doa, sujud cerita, curcol panjang lebar semua mua yang kita rasakan ke Allah. Apa yang udah kita sesali dan apa saja yang kita harapkan.
Sama halnya dengan tahun baru ini, kata orang-orang yang merayakannya tadi malam. Semua make a wish dengan cara menghitung mundur detik per detik menuju 00.00
Gimana kalau kita ubah konteksnya, coba misal kalau kita tau 00.00 itu adalah dimana kita akan meninggal. Udah pasti make a wish kita berubah menjadi permintaan ampun, taubat yang semurni-murninya sejernih-jernihnya, ya kan? karena kita tau itu the last chance yang Allah kasih untuk kita bisa deket dan mohon ampun atas kelalaian kita selama ini.
2021 aku enggak terlalu ngeh ada kejadian apa. bahkan di hidup aku sendiri rasanya masih aja berantakan. Ibarat kalau kaca pecah nih ya, ini masih berserakan, lagi coba dipungut dulu satu-satu, tapi bimbang kalau pun di pungut dan disusun lagi pasti udah tau ini gak akan jadi sempurna lagi, tapi mau di buang juga yaa kok ga tega. Terus maunya apaa toh? heheh
Bulan-bulan kemaren sempet rutin tiap pekan setelah kerja mampir ke toko buku. Entah buat baca buku di sana atau beli buku. Saking kalap sekarang masih ada beberapa buku yang masih di plastik belum di buka. Baca buku itu enak, nulis juga enak. Bedanya kalau kita membaca, kita jadi mikir dan pasti punya cara pandang yang mungkin sebelumnya kita gak tau. Nah kalau nulis, enaknya adalah karena aku gak ada temen ngobrol, jadinya aku butuh untuk release apa aja yang aku pikirkan dan rasakan. Ya jauh beda ya sebenernya.
Kalau ngobrol kan artinya komunikasi, pasti 2 arah. ada 2 orang yang memang saling berkomunikasi. But it's ok, setidaknya bisa release dan bahkan sharing kalau memang ada yang mampir di blog ini.
Yahh kan, jadi kemana mana nulisnya~~
Intinya semoga buat aku, Zhafran dan keluarga kedepannya bisa lebih dekat lagi sama Allah, tau dan paham apa maunya Allah, bukan cuma maunya kita aja. Semogaa Allah berkahi kita semua, semuaa yang kita usahakan, doakan, harapkan. Be strongest, Deb.